Perancangan Teori dan Praktis Power Supply Jenis Switch Mode Saludin Muis

Home » Rineka Cipta » Teknik Elektro » >

Perancangan Teori dan Praktis Power Supply Jenis Switch Mode - Power supply jenis switch mode merupakan jenis power supply paling banyak dipergunakan sebagai sumber daya peralatan elektronik aplikasi.

Jenis switch mode memberikan banyak kelebihanan yang tidak dimiliki jenis konvensional lainnya, beratnya yang sangat ringan, kestabilan tegangan keluaran yang sangat baik, dan jangkauan variasi catu tegangan masukan yang lebar, disamping respon yang baik dan proteksi pembebanan lebih atau hubung singkat yang sangat baik.

Perancangan Teori & Praktis Power Supply Jenis Switch Mode

Saludin Muis

ISBN : 978-979-756-945-7
Cetakan Tahun : 2013
Harga : Rp 68.800,00
Halaman : XIV+210

DAFTAR ISI vii
PENDAHULUAN xiii
Bab 1 POWER SUPPLY SWITCH MODE KELUARAN BANYAK 1
1.1 Pengantar 1
1.2 Unjuk Kerja Yang Diharapkan 1
1.3 Mode-Mode Operasi 3
1.4 Prinsip Operasi 3
1.5 Fasa Penyimpanan Energi 4
1.6 Mode-Mode Transfer Energi (fasa Flyback) 5
1.7 Faktor-Faktor Yang Mendefinisikan Mode-Mode Operasi 6
1.8 Anomali Fungsi Transfer 8
1.9 Kemampuan Keseluruhan Transformer 8
1.10 Catatan Spesifikasi 10
1.11 Contoh Spesifikasi Untuk Pemasok Daya Flyback Pemadam Langsung 110 W 11
BAB 2 PERANCANGAN TRANSFORMER FLYBACK OFF LINE LANGSUNG 13
2.1 Pengantar 13
2.2 Parameter Inti Dan Efek Celah Udara 13
2.3 Pertimbangan Umum Perancangan 16
2.4 Contoh Perancangan Untuk Transformer Flyback 110W 16
2.5 Tranformer Flyback Jenuh Dan Efek-Efek Transien 25
2.6 Kesimpulan 26
BAB 3 REDUKSI STRESS TRANSISTOR SAKLAR 27
3.1 Pengantar 27
3.2 Penjejak Diri Tegangan Jepit 27
3.3 Konverter Flyback Jaringan “Snubber” 29
viii Power Supply Jenis Switch Mode; Perancangan, Teori dan Praktik
BAB 4 MEMILIH KOMPONEN DAYA UNTUK KONVERTER FLYBACK 33
4.1 Pengantar 33
4.2 Komponen-Komponen Primer 33
4.3 Komponen-Komponen Daya Sekunder 34
4.4 Kapasitor Keluaran 35
4.5 Hidup Kapasitor 37
BAB 5 DIAGONAL SETENGAH JEMBATAN KONVERTER FLYBACK 39
5.1 Pengantar 39
5.2 Prinsip Operasi 39
5.3 Sifat-Sifat Bermanfaat 41
5.4 Perancangan Transformer 42
5.5 Sirkuit Penggerak 42
5.6 Frekuensi Operasi 42
5.7 Komponen-Komponen Snubber 42
BAB 6 KONVERTER FLYBACK OSILASI DIRI PADAM LANGSUNG/DIRECT OFF LINE 45
6.1 Pengantar 45
6.2 Kelas-Kelas Operasi 45
6.3 Prinsip Operasi Umum 46
6.4 Konverter Flyback Osilasi Diri Terisolasi 49
6.5 Sirkuit Kontrol (Deskripsi Singkat) 49
6.6 Squegging 51
6.7 Ringkasan Parameter Mayor Untuk Konverter Flyback Osilasi Diri 51
BAB 7 PENERAPAN MODE KONTROL ARUS PADA KONVERTER FLYBACK 53
7.1 Pengantar 53
7.2 Pembatasan Daya Dan Mode kontrol Arus Yang Diterapkan Pada Konverter Flyback Osilasi Diri 53
7.3 Lingkar Kontrol Tegangan 54
7.4 Penolakan Riak Masukan 56
7.5 Menggunakan Transistor Efek Medan/FET Pada Konverter Flyback Frekuensi Variabel 56
BAB 8 KONVERTER ARAH MAJU UJUNG TUNGGAL JALUR PADAM LANGSUNG/
DIRECT OFF –LINE 57
8.1 Pengantar 57
8.2 Prinsip Operasi 57
8.3 Faktor- Faktor Pembatas Untuk Nilai Choke Keluaran 59
8.4 Keluaran Banyak 60
8.5 Kumparan Pemulihan Energi (P2) 60
8.6 Kelebihan 61
8.7 Kelemahan 61
BAB 9 PERANCANGAN TRANSFORMER UNTUK KONVERTER MAJU 63
9.1 Pengantar 63
9.2 Contoh Perancangan Transformer 64
9.3 Memilih Transistor Daya 69
9.4 Cacatan Perancangan Final 70
9.5 Kejenuhan Transformer 71
9.6 Kesimpulan 71
BAB 10 DIAGONAL SETENGAH JEMBATAN KONVERTER MAJU 73
10.1 Pengantar 73
10.2 Prinsip Operasi 73
BAB 11 RANCANGAN TRANSFORMER UNTUK DIAGONAL SETENGAH JEMBATAN
KONVERTER MAJU 77
11.1 Pertimbangan Umum 77
11.2 Catatan Perancangan 81
BAB 12 KONVERTER RASIO TUGAS TERKONTROL SETENGAH JEMBATAN DORONG-TARIK 83
12.1 Pengantar 83
12.2 Prinsip Operasi 83
12.3 Kelebihan Sistem 85
12.4 Problem Luasan 85
12.5 Riak Sub Harmonik Dan Mode Kontrol Arus 86
12.6 Pencegahan Menghantar Silang 87
12.7 Komponen Snubber (Setengah Jembatan) 87
12.8 Mulai Lunak /Soft Start 87
12.9 Perancangan Transformer 87
12.10 Kerapatan Flux Optimum 88
12.11 Kondisi Transien 89
12.12 Menghitung Lilitan Primer 90
12.13 Menghitung Lilitan Primer Minimum 90
12.14 Menghitung Lilitan Sekunder 90
12.15 Sirkuit Penggerak Dan Kontrol 91
12.16 Efek Pendobel Flux 92
BAB 13 KONVERTER JEMBATAN 93
13.1 Pengantar 93
13.2 Prinsip Operasi 94
13.3 Rancangan Transformer (jembatan penuh) 97
13.4 Contoh Rancangan Transformer 98
13.5 Kejenuhan Tangga 102
13.6 Efek Kejenuhan Transien 103
13.7 Penyeimbangan Kerapatan Flux Gaya 103
BAB 14 KONVERTER BANTU/TAMBAHAN OSILASI DIRI DAYA RENDAH 105
14.1 Pengantar 105
14.2 Prinsip Operasi Umum 105
14.3 Prinsip Operasi, Konverter Transformer Tunggal 105
14.4 Perancangan Transformer 107
BAB 15 KONVERTER OSILATOR DIRI 2 TRANSISTOR TRANSFORMER TUNGGAL 111
15.1 Pengantar 111
15.2 Prinsip Operasi (penyaklaran bati terbatas) 111
15.3 Mendefinisikan Arus Saklar 113
15.4 Memilih Bahan-Bahan Inti 114
15.5 Perancangan Transformer (konverter tipe inti jenuh) 115
BAB 16 KONVERTER OSILASI DIRI 2 TRANSFORMER 121
16.1 Pengantar 121
16.2 Prinsip Operasi 121
16.3 Perancangan Transformer Penggerak Jenuh 123
16.4 Memilih Bahan Dan Ukuran Inti 123
16.5 Perancangan Transformer Daya Utama 124
BAB 17 KONSEP TRANSFORMER DC KE DC 125
17.1 Pengantar 125
17.2 Prinsip Dasar Konsep Transformer DC ke DC 125
17.3 Contoh Transformer DC ke DC 126
BAB 18 SISTEM REGULASI GABUNGAN KELUARAN BANYAK 129
18.1 Pengantar 129
18.2 Regulator Induk, Mengalir Dengan DC ke DC Transformer 129
18.3 Prinsip Operasi 130
18.4 Bagian Regulator Induk 130
18.5 Bagian Transformer DC 131
18.6 Regulator Gabungan Sinkron 132
18.7 Regulator Gabungan Dengan Sekunder Regulator Sesudahnya 132
BAB 19 KONVERTER DORONG-TARIK RASIO TUGAS TERKONTOL 135
19.1 Pengantar 135
19.2 Prinsip Operasi 135
19.3 Komponen Snubber 138
19.4 Konverter Dorong-Tarik Kejenuhan Tangga 139
19.5 Keseimbangan Kerapatan Flux 139
19.6 Perancangan Transformer Dorong-Tarik (Pertimbangan Umum) 139
19.7 Pendobel Flux 140
19.8 Contoh Rancangan Transformer Dorong-Tarik 140
BAB 20 REGULATOR SAKLAR DC KE DC 147
20.1 Pengantar 147
20.2 Prinsip Operasi 150
20.3 Sirkuit Penggerak Dan Kontrol 157
20.4 Rancangan Induktor Untuk Regulator Saklar 157
20.5 Contoh Rancangan Induktor 157
20.6 Parameter Unjuk Kerja Umum 158
20.7 Riak Regulator 158
BAB 21 REAKTOR REGULATOR DAYA DAPAT JENUH FREKUENSI TINGGI
(KONTROL RASIO TUGAS MAGNETIK) 161
21.1 Pengantar 161
21.2 Prinsip Operasi 161
21.3 Prinsip Reaktor Regulator Daya Dapat Jenuh 163
21.4 Aplikasi Reaktor Regulator Daya Dapat Jenuh 163
21.5 Faktor-Faktor Kualitas Reaktor Dapat Jenuh 166
21.6 Memilih Bahan-Bahan Inti Sesuai 166
21.7 Mengontrol Reaktor Dapat Jenuh 167
21.8 Pembatasan Arus regulator reaktor dapat jenuh 169
21.9 Sirkuit Kontrol Daya Sekunder Reaktor Dapat Jenuh Dorong-Tarik 170

Pemesanan Via SMS dengan Format
Tumbasbuku;Judul;Penulis;Jumlah Pesanan;Nama;alamat ;kota/Kabupaten;Propinsi;Kode Pos
Sms Center 08562954111 BBM 29EF149B


02.10.2014 · Posted in Rineka Cipta, Teknik Elektro